Fatwa MUI : Semua Yang Berhubungan Dengan Non-Muslim Adalah Haram, Termasuk Ikut Merayakan Natal

Posted on

fatwa-mui-semua-yang-berhubungan-dengan-non-muslim-adalah-haram-termasuk-ikut-merayakan-natal
Fatwa MUI Semua Yang Berhubungan Dengan Non-Muslim Adalah Haram, Termasuk Ikut Merayakan Natal

Seiap tahun, penggunakan atribut Natal selalu menjadi debat di indonesia. Tahun 2016 MUI akhirnya mengeluarkan fatwat terkait hal tersebut.

“Menggunakan atribut keagamaan nonmuslim adalah haram. Mengajak dan/atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan nonmuslim adalah haram,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, membacakan fatwa tersebut, Rabu (14/12/2016).

Asrorun menjelaskan bawha Islam sejati tidak akan pernah menggunakan atribut di luar atribut Islam, karena hal hal di luar Islam adalah Haram termasuk atribut keagamaan.

Asrorun mengatakan, atribut keagamaan yang dimaksud adalah sesuatu yang dipakai dan digunakan sebagai identitas, ciri khas atau tanda tertentu dari suatu agama dan/atau umat beragama tertentu, baik terkait dengan keyakinan, ritual ibadah, maupun tradisi dari agama tertentu.

Ada sejumlah pertimbangan yang diambil,” kata Asrorun.

Berikut isi poin dalam kategori ‘menimbang’:

Poin Pertama

Bahwa di masyarakat terjadi fenomena di mana saat peringatan hari besar agama non-Islam, sebagian umat Islam atas nama toleransi dan persahabatan, menggunakan atribut dan/atau simbol keagamaan nonmuslim yang berdampak pada siar keagamaan mereka;

Poin Ke-dua
Bahwa untuk memeriahkan kegiatan keagamaan non-Islam, ada sebagian pemilik usaha seperti hotel, super market, departemen store, restoran dan lain sebagainya, bahkan kantor pemerintahan mengharuskan karyawannya, termasuk yang muslim untuk menggunakan atribut keagamaan dari non-muslim;

Poin Ke-tiga
Bahwa terhadap masalah tersebut, muncul pertanyaan mengenai hukum menggunakan atribut keagamaan non-muslim;

Poin Ke-empat
Bahwa oleh karena itu dipandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum menggunakan atribut keagamaan non-muslim guna dijadikan pedoman.

Poin Ke-lima
Dengan penjelasan tersebut, MUI secara resmi menetapkan bahwa menggunakan dan/atau mengajak orang muslim menggunakan atribut yang berbau nonmuslim seperti perayaan keagamaan hukumnya adalah “HARAM“.

 

Fatwa MUI tersebut memberikan banyak komentar dari berbagai netizen, ada yang mendukung dan banyak pula yang menolak hal tersebut

Bagaimana menurut anda?

6bola Agen Judi Bola Kasino Togel Poker Number Game Sabung Ayam Terpercaya Indonesia

 

 

26 thoughts on “Fatwa MUI : Semua Yang Berhubungan Dengan Non-Muslim Adalah Haram, Termasuk Ikut Merayakan Natal

    Anonim said:
    Desember 15, 2016 pukul 4:18 am

    jadi terima uang sertifikasi halal dari perusahaan non muslim itu halal atau haram ya?
    kalau duit mungkin halal kali ya? hahahah

    Suka

      an jack said:
      Desember 15, 2016 pukul 5:05 am

      Pemerintah harus siapkan unta buat transportasi ulama2 di mui

      Suka

      AGUS TIYANSYAH said:
      Desember 19, 2016 pukul 2:46 am

      Yg dikatakan MUI itu benar, cuma yg menterjemahkannya yg salah. Seperti FPI itu.

      Suka

      Gimin said:
      Desember 19, 2016 pukul 1:45 pm

      Jamgan gitu la …. berdoa aja buat temen-temen yang gagal paham agar sukses paham

      Suka

    an jack said:
    Desember 15, 2016 pukul 5:03 am

    Klo gitu org islam tak boleh pakai barang2 buatan orang2 yg bukan org islam…

    Suka

    Anonim said:
    Desember 15, 2016 pukul 6:08 am

    ini mungkin fatwa terakir sebelum di bubarkan… haha seenaknya aja buat fatawa…

    Suka

    Anonim said:
    Desember 15, 2016 pukul 6:42 am

    Menurut saya haram dan halal urusan tuhan dgn umatnya,bukan dgn manusia atau lembaga,beragama mestinya cerdas bukan bego,agama adalah pedoman untuk hidup damai dan harmonis dimana umatnya tinggal.

    Suka

    bang jack said:
    Desember 15, 2016 pukul 8:03 am

    MUI biasa keluarkan sertifikat “halal” sekarang rangkap keluarkan sertifikat “HARAM” ya? hahah :V

    Suka

    lindung said:
    Desember 15, 2016 pukul 8:50 am

    pada gak bisa baca,, kasian bnget. bodoh sekali, yg dimaksud di sini itu ya masalah kaagamaan bukan yg lain. bego bgt dah ah pada.

    Suka

    lindung said:
    Desember 15, 2016 pukul 8:52 am

    dalam Islam itu jelas mengatur syarat, dan mui tentu saja berlndaskan dalil2 agama, sedih bnget liat komnt yg bodoh

    Suka

      bang jack said:
      Desember 15, 2016 pukul 10:04 am

      sama aja itu, dari dulu yang namanya natal itu hari besar dan di rayakan oleh semua orang indonesia bahkan dunia, kalau ikut merayakan natal itu haram, kenapa indonesia buat natal sebagai hari libur nasional? berpikir rasional, emang MUI itu tuhanmu apa? bisa tentuin haram dan halal, ROKOK di sebut HARAM oleh MUI tapi anggota MUI sendiri merokok, gimana itu?

      Suka

        Habib Aib said:
        Desember 16, 2016 pukul 3:12 pm

        Mantaaaaap…

        Suka

    FRONT PENGHANCUR ISLAM said:
    Desember 15, 2016 pukul 10:07 am

    MUI dan FPI sama saja uda 1 paket dan didirikan oleh ESBEYE, MANTAN PRESIDEN KOPLAK, IDIOT dan KORUP, Lihat saja anaknya ikut cagub DKI, ahok silap sikit langsung gerakin peliharaan dia semua agar ahok gagal maju

    Suka

    Buce Patt said:
    Desember 15, 2016 pukul 11:08 am

    MUI tidak bisa keluarkan sertifikat “Halal” maka saatnya urus Fatwa “Haram”.

    Suka

    Anonim said:
    Desember 15, 2016 pukul 4:12 pm

    Bnyk omg, kalo ada sogokan smua jadi halal ya,?

    Suka

    Habib Aib said:
    Desember 16, 2016 pukul 3:11 pm

    Istiqlal gmna dong bro.. bukannya Frederick Silaban, org batak anak pendeta arsiteknya? Robohin donk..kafir kan!!!

    Suka

    Bg tom said:
    Desember 17, 2016 pukul 6:25 am

    TERLALU MUNAFIK..pke barang buatan luar negri pasti haram trs knp ga difatwakan.bnr juga tuh mesjid istiqlal buatan non muslim knp masih dipakai.trs klw haram knp dihukum?itu pribadi sama Tuhannya?bkn sama mnusia nya.itu kok sewot ngurus org.urus tuh drimu sendiri itu ajj blm tntu bnr.

    Suka

    Bg tom said:
    Desember 17, 2016 pukul 6:29 am

    Aparat hukum skrg kok melempem mcm ayam sakit takut hadepin orh tolol beginian..penghancur negara tuh MUI dan FPI..

    Suka

    […] hari lalu MUI mengeluarkan Fatwa haram mengenai […]

    Suka

    Anonim said:
    Desember 19, 2016 pukul 5:25 pm

    Km pu nene moyang yg bngun negara ini sndri k jd mo ksh kluar km pu peraturan bodok itu…
    Ttapkn km pu peraturan di papua lg k?…
    Tnk tra bkin km jadi babi rica-rica itu..
    jnk blng lg.

    Suka

    ronne said:
    Desember 19, 2016 pukul 8:39 pm

    MUI tolong keluarkan fatwa 1. Muslim jangan kerja pada kaum kafir, 2. Fatwa jangan pake buatan kaum kafir, 3. Fatwa Pengungsi Timur Tengah jangan mengungsi di Eropa (kafir). MUI jangan mau enaknya padahal hp dipakai buatan kafir. Apakah tidak dosa????

    Suka

    Saya said:
    Desember 20, 2016 pukul 3:24 am

    Bagaimana itu org non muslim yg di aceh diharuskan pake atribut muslim, kalo gak bakal di siksa? dasar plin plan. Kalo maksain non muslim pake atribut muslim di bilang halal.. kalo sebaliknya jadi haram. Pake otak.. eh.. lupa gw kalo MUI gak punya otak

    Suka

    […] Fatwa MUI Nomor :56/2016 tentang hukum HARAM menggunakan atribut keagamaan non-muslim, maka dengan ini kami […]

    Suka

    […] Fatwa MUI Nomor :56/2016 tentang hukum HARAM menggunakan atribut keagamaan non-muslim, maka dengan ini kami […]

    Suka

    […] Fatwa MUI Nomor :56/2016 tentang hukum HARAM menggunakan atribut keagamaan non-muslim, maka dengan ini kami […]

    Suka

    […] Fatwa MUI Nomor :56/2016 tentang hukum HARAM menggunakan atribut keagamaan non-muslim, maka dengan ini kami […]

    Suka

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s